Penderita kanker payudara, terutama stadium lanjut, umumnya diliputi kemarahan dan depresi karena memikirkan penyakit yang dideritanya. Karena itu, dukungan keluarga amat diperlukan dalam perawatan pasien. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan semangat hidup dan komitmen pasien untuk tetap menjalani pengobatan.Diagnosis kanker bukan vonis kematian. “Dengan terapi sejak dini, angka harapan hidup kini jauh lebih tinggi dari sebelumnya, bahkan kecacatan akibat operasi bisa dihindari.
Sayangnya, banyak penderita baru datang berobat pada stadium lanjut. Data dari RS Dharmais pada 5 tahun terakhir ini mencatat, angka kejadian kanker payudara menempati urutan pertama yaitu 32 persen dari total jumlah kasus kanker. Di antara para pas ien kanker payudara itu, hanya 40 persen yang datang berobat pada stadium awal.
Umumnya ada lima fase reaksi emosional penderit a ketika diberitahu menderita kanker yang sudah lanjut, kata dr Maria Astheria Wijaksono, ahli perawatan paliatif dari RS Kanker Dharmais. Fase pertama adalah penderita menyangkal kenyataan, lalu marah terhadap kenyataan yang d ihadapi, diikuti fase menimbang-nimbang dan diliputi depresi. Setelah fase ini berlalu, akhirnya pasien sadar dan menerima kenyataan.
Berikut ini ada 6 hal yang bisa dilakukan seseorang sebagai bentuk dukungan terhadap orang dengan kanker payudara:
1. Mendukung apapun yang dia putuskan
Pengobatan untuk kanker payudara melibatkan keputusan yang tidak berujung, mulai dari lumpectomy, radiasi, kemoterapi atau bahkan mastectomy. Untuk itu cobalah menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi, tapi bantu ia mempertimbangkan pro dan kontranya dengan tetap memahami ketakutan serta emosional lainnya.
2. Jangan biarkan ia pergi konsultasi seorang diri
Tidak peduli seberapa mandiri atau beraninya ia, tapi usahakan tetap menemaninya karena memiliki janji dengan dokter kanker saja bukanlah hal yang menyenangkan. Dengan adanya orang yang menemani, maka bisa mengurangi rasa panik dan memberikan dukungan.
3. Berbicara secara terbuka tentang payudaranya dengan pasangan
Payudara memainkan peran yang besar dalam kehidupan seks pasangan, sehingga jika kehilangan 1 atau kedua payudara maka bisa mengurangi rasa seksualitas perempuan. Untuk itu jika ia memutuskan melakukan mastektomi, maka jelaskan bahwa masih ada daya tarik lain dalam dirinya selain payudara serta yakinkan ia bahwa kesehatan sesuatu yang jauh lebih penting.
4. Mengantisipasi dan membantunya bila ia tidak bisa melakukan sesuatu
Terkadang setelah operasi seseorang tidak bisa mengangkat lengannya, karena itu bantulah dengan mendekatkan atau meletakkan barang-barang yang diperlukannya dibagian bawah rak sehingga ia tidak perlu mengangkat lengan.
5. Jadilah perawat yang kuat
Pengobatan kanker umumnya melibatkan banyak efek samping yang tidak menyenangkan seperti mual, nyeri serta kelelahan. Ketika pasien kanker terlalu lelah untuk bangun dari tempat tidur, terlalu sakit untuk makan atau tidak bisa berjalan, maka berilah bantuan dengan menjadi perawat yang kuat.
6. Jangan berharap semuanya akan baik-baik saja dalam waktu cepat
Meskipun pengobatan sudah selesai, bukan berarti semuanya bisa akan kembali biasa dalam waktu cepat. Kemoterapi bisa membuat kerontokan rambut atau bahkan menjadi botak, dan kehilangan payudara akan berdampak bagi kepercayaan dirinya. Untuk itu bantulah ia memilih penutup kepala yang cantik serta menyakinkan bahwa ia tetap seksi. Bertahanlah di sana selama dibutuhkan.
Sayangnya, banyak penderita baru datang berobat pada stadium lanjut. Data dari RS Dharmais pada 5 tahun terakhir ini mencatat, angka kejadian kanker payudara menempati urutan pertama yaitu 32 persen dari total jumlah kasus kanker. Di antara para pas ien kanker payudara itu, hanya 40 persen yang datang berobat pada stadium awal.
Umumnya ada lima fase reaksi emosional penderit a ketika diberitahu menderita kanker yang sudah lanjut, kata dr Maria Astheria Wijaksono, ahli perawatan paliatif dari RS Kanker Dharmais. Fase pertama adalah penderita menyangkal kenyataan, lalu marah terhadap kenyataan yang d ihadapi, diikuti fase menimbang-nimbang dan diliputi depresi. Setelah fase ini berlalu, akhirnya pasien sadar dan menerima kenyataan.
Berikut ini ada 6 hal yang bisa dilakukan seseorang sebagai bentuk dukungan terhadap orang dengan kanker payudara:
1. Mendukung apapun yang dia putuskan
Pengobatan untuk kanker payudara melibatkan keputusan yang tidak berujung, mulai dari lumpectomy, radiasi, kemoterapi atau bahkan mastectomy. Untuk itu cobalah menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi, tapi bantu ia mempertimbangkan pro dan kontranya dengan tetap memahami ketakutan serta emosional lainnya.
2. Jangan biarkan ia pergi konsultasi seorang diri
Tidak peduli seberapa mandiri atau beraninya ia, tapi usahakan tetap menemaninya karena memiliki janji dengan dokter kanker saja bukanlah hal yang menyenangkan. Dengan adanya orang yang menemani, maka bisa mengurangi rasa panik dan memberikan dukungan.
3. Berbicara secara terbuka tentang payudaranya dengan pasangan
Payudara memainkan peran yang besar dalam kehidupan seks pasangan, sehingga jika kehilangan 1 atau kedua payudara maka bisa mengurangi rasa seksualitas perempuan. Untuk itu jika ia memutuskan melakukan mastektomi, maka jelaskan bahwa masih ada daya tarik lain dalam dirinya selain payudara serta yakinkan ia bahwa kesehatan sesuatu yang jauh lebih penting.
4. Mengantisipasi dan membantunya bila ia tidak bisa melakukan sesuatu
Terkadang setelah operasi seseorang tidak bisa mengangkat lengannya, karena itu bantulah dengan mendekatkan atau meletakkan barang-barang yang diperlukannya dibagian bawah rak sehingga ia tidak perlu mengangkat lengan.
5. Jadilah perawat yang kuat
Pengobatan kanker umumnya melibatkan banyak efek samping yang tidak menyenangkan seperti mual, nyeri serta kelelahan. Ketika pasien kanker terlalu lelah untuk bangun dari tempat tidur, terlalu sakit untuk makan atau tidak bisa berjalan, maka berilah bantuan dengan menjadi perawat yang kuat.
6. Jangan berharap semuanya akan baik-baik saja dalam waktu cepat
Meskipun pengobatan sudah selesai, bukan berarti semuanya bisa akan kembali biasa dalam waktu cepat. Kemoterapi bisa membuat kerontokan rambut atau bahkan menjadi botak, dan kehilangan payudara akan berdampak bagi kepercayaan dirinya. Untuk itu bantulah ia memilih penutup kepala yang cantik serta menyakinkan bahwa ia tetap seksi. Bertahanlah di sana selama dibutuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar