Minggu, 05 Desember 2010

Mungkin kau bukan takdir ku

sekilas anganku kembali ke masa yang tak mungkin kan bisa kembali, dulu aku pernah berhayal, bila kita bersama nanti, kuingin membangun rumah tempat kita berteduh dari peanasnya mentari yang kan memambah hitamnya kulitmu, dinginnya malam, di dunia fana' ini.






















dengan taman yang menghiasi rumah belakang rumah . . . . .














tapi itu semua hanyalah sebatas angan yang tak tersampaikan :(
dah tak seharusnya aku mengingat semua itu,


langit pada mu ak bercerita
mungkin dia bukan lah takdirku, bukanlah rizki untukku, ku sadari semuanya. . . .
pernah kau mengatakan rindukan aku lagi, ingin kusampaikan aku tak hanya sekedar itu . . . .





Rabu, 01 Desember 2010

KANKER PAYUDARA

PENGERTIAN DAN PENYEMBUHAN

Ati-ati cancer payudara

Kanker payudara ini banyak terjadi pada wanita di Indonesia. Umur penderita beragam, mulai dari usia 20 tahunan hingga lanjut usia, dan terbanyak penderita kanker ini berusia antara 40-49 tahun. Waspadalah!

Kanker, dalam dunia medis merupakan salah satu jenis penyakit yang belum diketahui penyebabnya. Ada banyak macamnya, bahkan hampir semua organ tubuh bisa terserang, termasuk payudara. Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel secara berlebihan sehingga mendesak atau bahkan mengganggu organ lain. Pertumbuhan sel-sel yang berlebihan ini akan menyebabkan terbentuknya benjolan pada organ tubuh yang terkena.آ Benjolan ini dalam istilah kedokteran disebut dengan tumor.

Menurut sifat pertumbuhannya, pertumbuhan yang berlebihan ini dibedakan menjadi dua macam, yakni lambat dan cepat. Kelainan yang dihasilkan oleh pertumbuhan yang lambat dinamakan dengan tumor jinak, sementara yang cepat dinamakan sebagai tumor ganas. Nah, tumor ganas inilah yang dikenal dengan istilah kanker.

Sebagaimana kanker yang lain, penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti.آ Wanita-wanita yang infertil (yang tidak memiliki anak) memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terkena kanker payudara. Penyakit ini juga memiliki kecenderungan bersifat familial, artinya seorang wanita dengan ibu penderita kanker payudara, memiliki kemungkinan lebih besar untuk terserang kanker ini. Wanita yang mendapatkan menstruasi pertama pada usia yang sangat awal (kurang dari 12 tahun) atau wanita yang terlambat mengalami menopause (di atas 50 tahun) memiliki kemungkinan yang lebih besar terkena kanker ini. Begitu pula dengan para wanita yang menderita penyakit kista pada payudaranya, wanita yang telah menderita kanker pada payudara yang satunya, atau wanita yang memiliki banyak papiloma (tonjolan tonjolan kecil) pada payudaranya.

Apa sih tanda-tandanya?

Nih, catat baik-baik ya. Kecurigaan akan adanya kanker payudara bisa bermula dari adanya benjolan di payudara, yang pada umumnya diketahui tanpa sengaja alias secara kebetulan.آ Bila ada benjolan, maka yang perludi perhatikan adalah kecepatan perubahan ukuran itu. Jika perubahan ukuran terjadi dalam waktu singkat, kita perlu curiga adanya kanker.

Selain itu, ukuran yang berbeda antara payudara kanan dan kiri merupakan satu hal yang perlu diperhatikan. Kecurigaan makin besar bila permukaan kulit payudara berpenampilan seperti kulit jeruk (peau d’ orange), atau kulit sebagian tertarik ke dalam dan putting yang tenggelam tertarik ke dalam payudara.

Begitu juga jika terjadi luka yang lama tidak sembuh meskipun sudah dilakukan upaya pengobatan, perlu dipikirkan akan kemungkinan terjadinya kanker payudara. Nyeri yang terjadi pada payudara juga jangan dianggap sepele, meskipun 70% penderita kanker tidak ditandai adanya rasa nyeri ini.

Lebih baik sedia payung sebelum hujan, begitu kata pepatah, agar kita tidak terlambat menyadari adanya gangguan pada payudara. Apalagi, menurut penelitian 90 % kasus gangguan di payudara diketahui pertama kali oleh penderita sendiri.

Tempat tumbuhnya sel-sel kanker di payudara bisa bermacam-macam. Payudara kiri lebih sering terkena kanker daripada yang kanan. Paling sering di daerah tepi atas samping bagian payudara (45%), baru kemudian di daerah sekitar putting yaitu sebanyak 25%. Dan paling jarang pada bagian bawah payudara.

Pria juga bisa kena

Ternyata, kanker payudara tidak hanya menyerang kaum wanita saja, lho. Seorang laki-laki bisa saja terkena kanker jenis ini, meskipun jumlahnya relatif sedikit, sekitar 1% dari jumlah penderita wanita. Meski demikian, tingkat keparahan lebih besar pada pria daripada pada wanita. Pada laki-laki, kanker payudara banyak terjadi pada usia 60 tahun atau lebih. Nah, lho, kaum Adam pun harus tetep waspada kan?

Ada dua macam klasifikasi kanker payudara, yaitu klasifikasi patologik dan klasifikasi klinik. Klasifikasi ini penting untuk menentukan tindakan dan prognosis (perkiraan kesembuhan) penderita. Klasifikasi ini berlaku baik untuk penderita wanita maupun pria. Yang pertama adalah berdasarkan gambaran patologik sel kankernya, sementara yang kedua berdasarkan besarnya kanker, adanya perlekatan dan penyebarannya.

Bentuk kanker yang paling awal adalah yang dikenal dengan istilah Paget’s disease. Ini merupakan bentuk kanker tahap permulaan yang ujudnya berupa ekzem menahun putting susu, yang biasanya merah dan menebal, dan biasanya teraba satu benjolan di daerah areola mammae (daerah sekitar putting yang berwarna kehitaman).

Penanganannya
Kalau dicurigai adanya kanker di payudara, maka perlu segera ditindaklanjuti. Biasanya akan dipastikan dulu benar-benar kanker atau tidak. Untuk memastikan diagnosa kanker payudara, ada alat yang dinamakan mammograf. Alat ini digunakan untuk memastikan keberadaan kanker dan tingkat keparahannya.

Namun biaya pemeriksaan dengan alat ini cukup mahal dan belum tersedia di semua sarana kesehatan. Itu sebabnya, biasanya bila diduga kuat ada kanker, maka akan dilakukan tindakan biopsi terlebih dahulu. Biopsi merupakan tindakan pengambilan jaringan sebagai contoh jaringan yang akan diperiksa oleh ahli patologi anatomik, untuk menentukan jenis selnya. Bila ternyata terdapat sel-sel kanker di jaringan tersebut, maka biasanya dilanjutkan dengan tindakan operasi.

Penanganan yang dilakukan untuk penderita kanker payudara beragam, tergantung kepada keadaan umum penderita dan keparahan penyakitnya. Tindakan yang dilakukan bisa berupa tindakan bedah atau operasi mengambil kankernya, terapi sinar alias radioterapi, terapi kimia dengan obat-obatan, atau bisa juga kombinasi.

Bila kanker masih terlokalisir pada satu tempat, maka akan dilakukan tindakan bedah untuk mengangkat jaringan kankernya. Kemungkinannya bisa hanya mengangkat jaringan kankernya saja. Namun bisa juga dengan mengangkat seluruh jaringan payudara bila sel-sel kanker sudah tersebar di seluruh payudara, sampai kepada kelenjar yang ada di daerah ketiak.آ Selanjutnya bisa dilakukan terapi sinar dan atau dengan obat-obat anti kanker. Penderita dengan sel kanker yang sudah tersebar ke jaringan lain, biasanya tidak dilakukan tindakan pembedahan.آ Terapi sinar dan pemakaian obat antikanker akan menjadi pilihan.

Deteksi dini

Mengingat hingga saat ini kanker belum diketahui penyebab pastinya, dan lebih sering diketahui adanya kanker setelah tahap lanjut, maka yang paling penting adalah deteksi dini.آ Artinya berusaha untuk mengetahui keberadaan adanya kanker seawal mungkin. Deteksi dini ini juga menentukan besarnya harapan kesembuhan pasien (prognosis).

Makin awal kanker diketahui, dan makin cepat dilakukan tindakan penanganan, maka makin besar harapan kesembuhan penderita. Bila kanker diketahui pada kondisiآ awal dan segera ditangani, maka survival rate (harapan hidup) besar sekali hingga 85 %. Namun bila keberadaan kanker diketahui sudah pada stadium lanjut, sudah ada penyebaran ke organ tubuh yang lain, maka angka harapan hidupnya makin kecil. Apalagi bila penanganannya juga terlambat. Memang sih, umur manusia ada ditangan Allah Swt. Tapi paling nggak kita bisa berusaha seoptimal mungkin. Usaha inilah yang akan dilihat oleh Allah. Iya nggak?

Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk deteksi dini. Pertama, dengan program skrining alias pemeriksaan awal pada masyarakat. Biasanya dilakukan dengan pemeriksaan fisik oleh tenaga kesehatan dan pemeriksaan dengan menggunakan mammografi. Biaya yang dibutuhkan sangat besar. Ini adalah tugas pemerintah, yang entah kapan bisa dilakukan oleh pemerintah kita.

Kedua, yang murah meriah dan bisa dilakukan oleh siapa saja adalah pemeriksaan sendiri. Khusus untuk deteksi dini kelainan di payudara dikenal dengan istilah SADARI alias pemeriksaan payudara sendiri. Semua wanita yang berusia di atas 20 tahun (kalian termasuk juga dong ya) sebaiknya (baca: harus) melakukan sadari ini sebulan sekali. Para wanita menjelang menopause sebaiknya segera melakukan sadari ini setiap selesai menstruasi.

Gimana caranya? Berdirilah sambil menghadap cermin dengan kedua lengan berada di samping badan. Amati kedua payudara dengan seksama, baik ukuran, posisi maupun adanya benjolan atau kelainan lain. Kemudian angkat kedua tangan lurus di samping kepala. Amati keadaan payudara. Selanjutnya tidur berbaring dengan satu tangan dilipat dan diletakkan di bawah kepala. Dengan tangan yang bebas, periksa payudara pada sisi yang berlawanan.

Lakukan untuk kedua payudara secara bergantian. Perlu diingat nih, bila dengan pemeriksaan sendiri seperti itu ditemukan adanya kelainan, segera konsultasi ke tenaga kesehatan, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan selanjutnya. Jangan ditunda, nanti terlambat!

Oke deh, ini sekilas tentang kanker payudara. Mudah-mudahan nambah ilmu dan bermanfaat untuk kamu semua. [arum


Keberadaan ‘kanker payudara’ menimbulkan rasa takut yang luar bisa bagi kaum perempuan, selain keganasannya yang tanpa ampun, kanker ini kerap datang tiba-tiba tanpa permisi.

PayudaraNamun dengan semakin meningkatnya kesadaran para perempuan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap payudaranya. Maka, kian hari tingkat kematian akibat kanker ganas ini semakin bisa dikurangi. Terutama pada penderita yang berusia di bawah 30 tahun. Tetapi jika ternyata kanker ganas ini ternyata telah bersemayam dalam tubuh Anda, mengingat perkembangannya yang sangat cepat dari stadium 1 hingga tak tertolong hanya memerlukan waktu kurang dari lima tahun. Maka Anda harus rela untuk melakukan berbagai macam tes, menjalani rangkaian pemeriksaan dan perawatan yang super intensif. Semua ini dilakukan agar perkembangan sel liar kanker dapat diketahui tingkat penyebaran. Inilah yang disebut dengan ‘stadium’. Tak perlu panik, karena kemajuan teknologi kedokteran yang semakin berkembang dari hari ke hari. Maka masih banyak kemungkinan bagi Anda untuk lolos dari penyakit mematikan ini.


Nah, ingin tahu lebih detil tentang stadium dan aneka ragam istilah perawatan medis yang harus dilalui oleh penderita kanker payudara?
Berikut catatannya:

Stadium 1

Pada stadium ini, benjolan kanker tak lebih dari 2 cm dan tidak dapat terdeteksi dari luar. Perawatan yang sangat sistematis akan diberikan pada kanker stadium ini, tujuannya adalah agar sel kanker tidak dapat menyebar dan tidak berlanjut pada stadium selanjutnya. Pada stadium ini, kemungkinan sembuh total pada pasien adalah 70%.

Stadium 2

Pada stadium ini, kemungkinan sembuh penderita adalah 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Biasanya besarnya benjolan kanker sudah lebih dari 2 bahkan bisa sampai 5 cm dan tingkat penyebarannya pun sudah sampai daerah ketiak. Atau bisa juga ukuran kanker sudah mencapai 5 cm tapi belum menyebar kemana-mana. Biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.

Stadium 3A

Menurut data dari Depkes, 87% kanker payudara ditemukan pada stadium ini. Benjolan kanker sudah berukuran lebih dari 5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar limfa.

Stadium 3B

Kanker sudah menyebar ke seluruh bagian payudara, bahkan mencapai kulit, dinding dada, tulang rusuk dan otot dada. Selain itu juga penyebarannya juga sudah menyerang secara tuntas kalenjar limfa. Jika sudah demikian tidak ada alternatif lain selain pengangkatan payudara.

Stadium 4

Sel-sel kanker sudah merembet menyerang bagian tubuh lainnya, biasanya tulang, paru-paru, hati atau otak. Atau bisa juga menyerang kulit, kelenjar limfa yang ada di dalam batang leher. Sama seperti stadium 3, tindakan yang harus dilakukan adalah pengangkatan payudara.

Berikut beberapa istilah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk menghentikan laju pertumbuhan sel kanker:

Lumpectomy
Istilah awamnya adalah ‘pengangkatan benjolan’.
Biasanya pengangkatan ini disertai sedikit (sangat minimal) jaringan yang sehat. Dengan cara ini, diharapkan jaringan yang tersisa dan masih sehat akan dapat membentuk kembali payudara secara alami.

Mastectomy Radikal

Pengangkatan payudara sebagian atau seluruhnya termasuk otot dada di bawah payudara untuk mencegah penyebaran kanker yang lebih luas. Sekarang, metode ini sudah jarang digunakan karena teknologi kedokteran sudah semakin maju.

Chemotherapy
Adalah terapi yang diberikan berupa pemberian obat-obatan tertentu yang sangat kuat efeknya (anti kanker). Terapi ini bisa diberikan lewat mulut atau berupa suntikan pada pembuluh darah. Pengobatan ini harus diberikan secara berulang-ulang dengan siklus yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.

Terapi hormon

Metode pemberian hormon yang berfungsi sebagai penghambat laju perkembangan sel kanker.


Terapi radiasi

Pengobatan ini biasanya diberikan bersamaan dengan lumpectomy atau masectomy, fungsi terapi ini adalah untuk menghancurkan sel-sel kanker agar tidak merembet ke bagian tubuh yang lainnya.


Vonis kanker payudara bukanlah akhir dari segalanya, dokter adalah manusia yang bisa mengatakan apa saja. Namun, tetap Tuhanlah penentu segalanya termasuk umur manusia!

KANKER PAYUDARA

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.

Penyebab
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.

Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :
1.
Usia.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
2. Pernah menderita kanker payudara.
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
4. Faktor genetik dan hormonal.
5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
8. Obesitas pasca menopause.
9. Pemakaian alkohol.
10 Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
11. Bahan kimia.
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
12. DES (dietilstilbestrol).
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
13 Penyinaran.

Gejala dan Tanda
Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.

Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu), payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

Pencegahan
Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.

Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.

Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.

Penatalaksanaan
Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi. Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.

Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.

KANKER PAYUDARA


Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, Hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria. Dari seluruh penjuru dunia, penyakir kanker payudara (Breast Cancer/Carcinoma mammae) diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomor lima (5) setelah ; kaker paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.

  • Penyebab Kanker Payudara


Penyakit kanker payudara terbilang penyakit kanker yang paling umum menyerang kaum wanita, meski demikian pria pun memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini dengan perbandingan 1 di antara 1000. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker ini terjadi, namun beberapa faktor kemungkinannya adalah :

Usia, Penyakit kanker payudara meningkat pada usia remaja keatas.

Genetik, Ada 2 jenis gen (BRCA1 dan BRCA2) yang sagat mungkin sebagai resiko. Jika ibu atau saudara wanita mengidap penyakit kanker payudara, maka anda kemungkinan memiliki resiko kanker payudara 2 kali lipat dibandingkan wanita lain yang dalam keluarganya tidak ada penderita satupun

Pemakaian obat-obatan, Misalnya seorang wanita yang menggunakan therapy obat hormon pengganti {hormone replacement therapy (HRT)} seperti Hormon eksogen akan bisa menyebabkan peningkatan resiko mendapat penyakit kanker payudara.

Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker payudara adalah; tidak menikah, menikah tapi tidak punya anak, melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penyakit kanker payudara meningkat pada orang yang sering menghadapi kondisi stress (goncangan jiwa) dan juga bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi dibawah usia 11 tahun.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Payudara


Bagi anda yang merasakan adanya benjolan aneh disekitar jaringan payudara atau bahkan salah satu payudara tampak lebih besar, Sebaiknya cepat berkonsultasi kepada dokter. Benjolan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, mulai dari ukuran kecil yang kemudian menjadi besar dan teraba seperti melekat pada kulit. Beberapa kasus terjadi perubahan kulit payudara sekitar benjolan atau perubahan pada putingnya.



Saat benjolan mulai membesar, barulah menimbulkan rasa sakit (nyeri) saat ditekan. Jika dirasakan nyeri pada payudara dan puting susu yang tidak kunjung hilang, sebaiknya segera memeriksakan diri kedokter. Puting susu yang mengkerut kedalam, yang tadinya berwarna merah muda dan akhirnya menjadi kecoklatan bahkan adanya oedema (bengkak) sekitar puting merupakan salah satu tanda kuat adanya kanker payudara. Hal lain adalah seringnya keluar cairan dari puting susu ketika tidak lagi menyusui bayi anda.

  • Diagnosa Penyakit Kanker Payudara


Penyakit kanker payudara dapat diketahui dengan pasti dengan cara pengambilan sample jaringan sel payudara yang mengalami pembenjolan (tindakan biopsi). Dengan cara ini akan diketahui jenis pertumbuhan sel yang dialami, apakah bersifat tumor jinak atau tumor ganas (kanker).

  • Type Penyakit Kanker Payudara


Melalui pemeriksaan yang di sebut dengan mammograms, maka type kanker payudara ini dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu :




Kanker payudara non invasive, kanker yang terjadi pada kantung (tube) susu {penghubung antara alveolus (kelenjar yang memproduksi susu) dan puting payudara}. Dalam bahasa kedokteran disebut 'ductal carcinoma in situ' (DCIS), yang mana kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu.

Kanker payudara invasive, kanker yang telah menyebar keluar bagian kantung susu dan menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat menyebabkan penyebaran (metastase) kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar lympa dan lainnya melalui peredaran darah.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kanker Payudara
    Penanganan dan pengobatan penyakit kanker payudara tergantung dari type dan stadium yang dialami penderita. Umumnya seseorang baru diketahui menderita penyakit kanker payudara setelah menginjak stadiun lanjut yang cukup parah, hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau rasa malu sehingga terlambat untuk diperiksakan kedokter atas kelainan yang dihadapinya.

    Pembedahan, Pada kanker payudara yang diketahui sejak dini maka pembedahan adalah tindakan yang tepat. Dokter akan mengangkat benjolan serta area kecil sekitarnya yang lalu menggantikannya dengan jaringan otot lain (lumpectomy).
    Secara garis besar, ada 3 tindakan pembedahan atau operasi kanker payudara diantaranya ;

- Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara (lumpectomy). Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.
- Total Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.
- Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.

Radiotherapy (Penyinaran/radiasi), yaitu proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi. Tindakan ini mempunyai efek kurang baik seperti tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

Therapy Hormon, Hal ini dikenal sebagai 'Therapy anti-estrogen' yang system kerjanya memblock kemampuan hormon estrogen yang ada dalam menstimulus perkembangan kanker pada payudara.



Kemoterapi, Ini merupakan proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Sistem ini diharapkan mencapai target pada pengobatan kanker yang kemungkinan telah menyebar kebagian tubuh lainnya. Dampak dari kemoterapy adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.

  • Pengobatan Herceptin, adalah therapy biological yang dikenal efektif melawan HER2-positive pada wanita yang mengalami kanker payudara stadium II, III dan IV dengan penyebaran
  • Pencegahan Penyakit Kanker Payudara

Bagi anda yang merasakan ada hal yang tampak berbeda pada payudara, segeralah memeriksakannya ke dokter jangan sampai terlambat. Misalnya adanya pembesaran sebelah, adanya benjolan disekitar payudara, nyeri terus menerus pada puting susu dan sebagainya seperti pada keterangan tanda dan gejala payudara diatas.

Tindakan lain yang bisa anda lakukan adalah Hindari kegemukan, Kurangi makan lemak, Usahakan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C, Jangan terlalu banyak makan makanan yang diasinkan dan diasap, Olahraga secara teratur, dan Check-up payudara sejak usia 30 tahun secara teratur.

Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.

Dua orang istri teman kerja saya sekarang sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita kanker payudara. Keduanya juga sudah menjalani operasi dan kini sedang dalam perawatan lanjutan. Saya juga masih teringat tentang cerita teman kerja di bagian logistik yang istrinya meninggal dunia karena menderita penyakit kanker payudara. Padahal almarhumah sudah mendapatkan perawatan medis secara modern dengan terapi radiasi, tapi tetap jiwanya tidak tertolong. Penyembuhan kanker payudara membutuhkan biaya yang sangat besar. Beruntung biaya perawatan dan pengobatan bagi istri teman-teman saya itu ditanggung oleh perusahaan. Tapi menurut saya itu tetap saja bukan sebuah keberuntungan jika anggota keluarga kita ada yang terlanjur sakit. Lalu, bagaimana jika penyakit itu diderita oleh kalangan masyarakat yang kurang mampu, yang biaya pengobatannya tidak ada yang menanggung? Bagaimana mereka harus menyediakan biaya dalam jumlah puluhan bahkan ratusan juta rupiah itu? Ini selalu menjadi kisah yang menyedihkan.

Menurut pengertian secara medis, kanker payudara atau punya nama lain yang disebut Carcinoma Mammae merupakan penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh WHO (Word Health Organization) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 174. Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. Penyebabnya diduga karena adanya banyak faktor, misalnya riwayat kesehatan keluarga, kondisi hormonal, dan faktor lain yang bersifat eksogen. Di Indonesia, menurut Yayasan Payudara Sehat Indonesia, 10 sampai dengan 15 diantara 100.000 orang penduduk adalah penderita penyakit kanker payudara. Dan setiap tahun jumlahnya semakin meningkat.

Gejala klinis kanker payudara dapat berupa benjolan pada payudara, erosi atau eksema puting susu, atau berupa pendarahan pada puting susu. Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, makin lama makin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu. Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d'orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu makin lama makin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul kalau tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau kalau sudah ada metastase ke tulang-tulang. Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh.

Sebelum sampai terjadinya fase seperti diatas diingatkan kepada para wanita, terutama yang memang beresiko besar terkena penyakit kanker payudara agar bisa melakukan tindakan prefentif sejak dini. Secara umum pencegahan pada kanker payudara dibagi menjadi tiga yaitu :

Pencegahan primer

Pencegahan pada tahap ini merupakan yang sangat dianjurkan dan menjadi salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat.

Pencegahan sekunder

Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Karena itu, skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain:
Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey.
Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun.
Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun.
Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%.

Pencegahan Tertier

Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan aiternatif.

Ada beberapa cara pemeriksaan dengan cara sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Cara-cara itu adalah sebagai-berikut :


Saat terbaik untuk memeriksa payudara sendiri adalah setiap setelah haid, yaitu ketika payudara biasanya masih lunak sehingga kalau ada benjolan akan mudah dirasakan saat diraba. Jika ditemukan benjolan, meskipun tidak terasa sakit saat disentuh, sebaiknya segera dikonsultasikan pada dokter.


Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan ketika memeriksa sendiri payudara Anda, yaitu :

Gunakan cermin dan berdiri di depannya, lalu perhatikan apakah ada perubahan pada bentuk payudara Anda. Kemudian angkat kedua lengan keatas agar bentuk payudara jelas terlihat, sehingga jika terdapat benjolan akan lebih mudah dilihat.


Selain menggunakan cermin Anda bisa melakukan pemeriksaan dengan cara berbaring dengan meletakkan bantal dipunggung sebagai peyangga agar bentuk payudara lebih rata dan lebih muda diraba. Gunakan tangan kanan untuk meraba payudara kiri dengan lengan kiri teregang keatas. Sedangkan untuk payudara kanan, gunakan tangan kiri dengan lengan kanan terangkat keatas. Gunakan telapak jari telunjuk, tengah dan manis untuk meraba perlahan mulai dari daerah sekitar payudara. Ketika tangan mendekati area puting, raba lebih keras untuk mengetahui lebih seksama keberadaan benjolan. Perhatikan juga apakah ada cairan yang keluar dari puting berupa cairan bening, darah, atau susu jika sedang tidak menyusui.

Jika ditemukan hal-hal yang diluar kewajaran, sebaiknya segera memeriksakan diri pada tenaga medis.
Lakukan pencegahan sedini mungkin dan jangan sampai terlambat.


Kanker Payudara: Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

kanker-payudaraKanker payudara adalah pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel-sel pada payudara. Munculnya sel kanker tersebut terjadi sebagai hasil dari mutasi atau perubahan yang tidak normal pada gen yang bertanggungjawab menjaga pertumbuhan sel dan menjaganya tetap normal (sehat). Gen di dalam setiap inti sel, yang bertindak sebagai “ruang kontrol” dari masing-masing sel. Biasanya, sel dalam tubuh kita berganti sendiri secara teratur. Proses pertumbuhan sel: sel sehat baru mengambil alih sel lama. Tapi seiring waktu, mutasi bisa “menghidupkan” beberapa gen dan “mematikan” bagian lain dalam sel. Sel yang berubah tersebut memiliki kemampuan untuk berpisah dan tanpa kontrol memproduksi lebih banyak sel-sel seperti itu dan membentuk tumor.

Tumor bisa jinak (tidak berbahaya untuk kesehatan) atau ganas (memiliki potensi untuk menjadi berbahaya). Tumor jinak ‘bukan kanker’: memiliki kemiripan dengan sel normal , tumbuh perlahan, dan tidak menyebar ke jaringan atau bagian lain dari tubuh. Tumor ganas (malignan) disebut kanker. Sel-sel ganas tersebut dapat menyebar di luar tumor asal ke bagian atau jaringan lain dari tubuh.
Istilah “kanker payudara” merujuk kepada suatu tumor ganas (malignan) yang berkembang dari sel-sel di payudara. Kangker payudara biasanya dimulai pada sel di lobules, kelenjar yang memproduksi susu, atau pada duktus saluran kelenjar susu, saluran yang menghubungkan lobulus ke ‘puting susu’.
Jarang terjadi, kanker payudara mulai pada jaringan stromal, termasuk jaringan lemak dan jaringan ikat dari payudara.
Seiring dengan waktu, sel-sel kanker dapat menyebar ke jaringan payudara sehat membuat jalan masuk ke kelenjar getah bening di ketiak, suatu organ kecil yang menyaring benda asing dalam tubuh. Jika sel kanker telah meluas ke kelenjar getah bening, maka ini menjadi jalan ke bagian lain dari tubuh.

Kanker payudara selalu disebabkan oleh abnormalitas/gangguan pada gen(suatu “kesalahan” dalam bahan genetik). Hanya 5-10% dari kanker diwarisi dari ibu atau ayah. Kira-kira 90% dari kanker payudara adalah karena abnormalitas genetik yang terjadi sebagai hasil dari proses ketuaan dan lainnya.

Meskipun ada langkah-langkah yang dapat dilakukan setiap orang untuk membantu tubuh tetap sehat seperti makan diet seimbang, tidak merokok dan alkohol, serta latihan secara teratur, kita tidak akan pernah bisa menjamin bahwa kita akan terhindar dari penyakit ini.

Statistik (Insidens) Kanker Payudara

Insidens kanker payudara pada perempuan di Amerika Serikat adalah 1 banding 8 (sekitar 13%).
* Pada 2008, sekitar 182.460 kasus baru kanker payudara invasif diharapkan dapat didiagnosis pada perempuan di Amerika Serikat, bersama dengan 67.770 kasus baru kanker payudara non-invasif (in situ).

Kira-kira 1.990 kasus baru kanker payudara invasif akan didiagnosis pada pria pada 2008. Kurang dari 1% dari semua kasus baru kanker payudara terjadi pada laki-laki.
* Dari 2001 hingga 2004, tingkat insiden kanker payudara di AS turun 3,5% per tahun. Satu teori adalah bahwa penurunan ini disebabkan karena berkurangnya penggunaan terapi penggantian hormon/terapi sulih hormon (HRT/ Hormone Replacement Therapy).
* Kira-kira 40.480 perempuan di AS diperkirakan meninggal pada 2008 akibat kanker payudara, meskipun angka kematian telah turun sejak tahun 1990. Ini merupakan hasil dari kemajuan pengobatan, deteksi dini, dan meningkatnya kesadaran.
* Untuk perempuan di Amerika Serikat, angka kematian akibat kanker payudara lebih tinggi daripada kanker paru-paru.

* Selain kanker kulit, kanker payudara adalah yang paling sering didiagnosis kanker pada perempuan di AS. Lebih dari 1 dalam 4 penderita kanker adalah kanker payudara.
* Dibandingkan dengan perempuan Amerika keturunan afrika, perempuan kulit putih sedikit lebih besar untuk menjadi kanker payudara, tapi kemungkinan akan mati lebih kurang. Salah satu alasan adalah bahwa perempuan keturunan afrika cenderung memiliki tumor yang lebih agresif. Perempuan dari latar belakang etnis lainnya -Asia, Hispanic, dan lainnya- memiliki risiko lebih rendah dalam perkembangan kematian akibat kanker payudara dibandingkan dengan kulit putih dan Afro-american.
* Pada 2008, terdapat sekitar 2,5 juta perempuan di AS yang selamat dari kanker payudara.
* Resiko kanker payudara dari seorang perempuan kira-kira dua kali lipat jika dia memiliki turunan pertama (ibu, saudara perempuan, anak perempuan) yang telah didiagnosis dengan kanker payudara. Sekitar 20-30% perempuan dengan diagnosis kanker payudara memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara.
* Kira-kira 5-10% dari kanker payudara disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan dari satu ibu atau ayah. Mutasi dari gen BRCA1 dan BRCA2 adalah yang paling sering. Perempuan dengan mutasi ini memiliki resiko terkena kanker payudara sampai 80%, dan mereka sering didiagnosis pada usia muda (sebelum usia 50). Meningkatkan resiko kanker ‘ovarium’ juga dikaitkan dengan mutasi gen ini. Laki-laki dengan mutasi BRCA1 memiliki 1% risiko perkembangan menjadi kanker payudara pada usia 70 dan 6% apabila mereka memiliki mutasi BRCA2.
* Kira-kira 90% dari kanker payudara adalah bukan herediter, tetapi abnormalitas genetik yang terjadi sebagai proses aging/penuaan dan gaya hidup pada umumnya.
* Yang paling penting, faktor risiko untuk kanker payudara adalah jenis kelamin (perempuan) dan usia (semakin tua).

Penyebab terjadinya Kanker Payudara

Seperti penyakit kanker lainnya, penyebab pasti kanker payudara belum diketahui. Yang bisa dijelaskan adalah faktor resiko dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi perkembangan terjadinya kanker payudara.

Resiko terjadinya Kanker Payudara

Risiko Absolut/Mutlak

Resiko mutlak digunakan untuk menjelaskan seorang individu dari kemungkinan menderita kanker payudara. Ini didasarkan pada jumlah orang yang akan berkembang menjadi kanker payudara dalam jangka waktu tertentu. Resiko mutlak juga dapat dinyatakan sebagai persentase.

Apabila kita mengatakan bahwa 1 dari 8 wanita di Amerika Serikat, atau 13%, akan berkembang menjadi kanker payudara selama seumur hidup, kita berbicara tentang risiko absolut. Rata-rata setiap wanita memiliki 1-dari-8 kesempatan mendapat kanker payudara lebih selama 80 tahun masa hidup.

Risiko mutlak kanker payudara berkembang selama dekade tertentu kehidupan lebih rendah dari 1 dari 8. Anda yang lebih muda, semakin rendah risiko. Sebagai contoh:

* Dari usia 30 sampai 39, adalah resiko mutlak 1 dalam 233, atau 0,43%. Ini berarti bahwa 1 dari 233 perempuan dalam kelompok usia ini dapat diharapkan untuk mendapatkan kanker payudara.
* Dari usia 40 sampai 49, resiko mutlak 1 dari 69, atau 1,4%.
* Dari usia 50 sampai 59, resiko mutlak 1 dari 38, atau 2,6%.
* Dari usia 60-69, resiko mutlak 1 dalam 27, atau 3,7%.

Seperti yang dapat Anda lihat, semakin tua anda, semakin tinggi resiko mutlak terkena kanker payudara. Perlu diketahui bahwa jumlah dan persentase rata-rata untuk seluruh penduduk tergantung pada sejumlah faktor, termasuk riwayat keluarga, riwayat reproduksi (seperti haid dan riwayat anak), ras / etnis, dan faktor lainnya.

Riwayat keluarga, misalnya. Resiko mutlak kanker payudara lebih tinggi bagi perempuan yang telah diwariskan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2. Faktor risiko mutlak mereka selama masa hidup berkisar antara 40-85%. Ini berarti bahwa dari setiap 100 perempuan yang memiliki gen ini, di mana ada 40-85 bisa berkembang menjadi kanker payudara.

Risiko Relatif
Risiko relatif merupakan angka atau persentase yang membandingkan satu kelompok risiko kanker payudara dengan kelompok lain. Ini adalah jenis risiko yang sering dilaporkan oleh penelitian, yang sering membandingkan kelompok perempuan dengan perilaku atau karakteristik yang berbeda untuk menentukan apakah satu kelompok yang lebih tinggi atau lebih rendah dari risiko kanker payudara daripada yang lain (baik pertama kali didiagnosa atau ulangan).

Faktor-faktor Resiko Kanker Payudara

“Faktor resiko” adalah sesuatu yang meningkatkan risiko menderita kanker payudara. Banyak faktor risiko terpenting untuk kanker payudara berada diluar kendali kita, seperti usia, riwayat keluarga, dan riwayat medis. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat dikontrol, seperti berat badan, aktivitas fisik dan konsumsi alkohol.

Faktor risiko yang dapat dikendalikan:

Bobot/berat badan. Kegemukan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara, terutama bagi perempuan setelah tidak haid (menopause). Jaringan lemak tubuh adalah sumber utama estrogen setelah ovarium berhenti menghasilkan hormon. Memiliki jaringan lemak lebih banyak berarti memiliki estrogen yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Diet. Diet diduga merupakan faktor risiko untuk berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, tetapi belum ada studi mengenai jenis makanan yang meningkatkan risiko tersebut. Adalah ide baik untuk membatasi sumber daging merah (termasuk lemak dalam keju, susu, dan es krim) karena mungkin saja berisi hormon, faktor pertumbuhan lainnya, antibiotik dan pestisida yang membayakan kesehatan. Beberapa peneliti percaya bahwa makan terlalu banyak kolesterol dan lemak lainnya adalah faktor risiko untuk kanker, dan studi menunjukkan bahwa makan banyak daging merah atau daging yang diproses dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi terhadap kanker payudara. Diet rendah lemak misal buah-buahan dan sayuran umumnya dianjurkan.

Latihan/Olahraga. Bukti yang berkembang bahwa latihan dapat mengurangi resiko kanker payudara. American Cancer Society merekomendasikan melakukan olahraga selama 45-60 menit 5 hari atau lebih dalam seminggu.

Konsumsi alkohol. Studi menunjukkan bahwa risiko kanker payudara meningkat seiring dengan banyaknya jumlah konsumsi alkohol. Alkohol dapat membatasi kemampuan hati untuk mengendalikan tingkat hormon estrogen darah yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko.

Merokok. Merokok dikaitkan dengan sedikit peningkatan resiko kanker payudara.

Terpapar estrogen. Karena hormon estrogen perempuan merangsang pertumbuhan sel payudara, terpapar dengan estrogen dalam waktu yang lama, tanpa terputus dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Beberapa faktor resiko tersebut yang dapat kita kontrol, seperti:
* Menggunakan gabungan terapi hormon pengganti (estrogen dan progesterone; HRT) untuk beberapa tahun atau lebih, atau menggunakan estrogen sendiri selama lebih dari 10 tahun
* Kegemukan
* Kebiasaan minum alkohol

Nampaknya penggunaaan kontrasepsi oral/pil sedikit meningkatkan risiko untuk kanker payudara, tetapi hanya terbatas untuk jangka waktu tertentu. Wanita yang berhenti menggunakan kontrasepsi oral lebih dari 10 tahun yang lalu tidak mempunyai peningkatan risiko kanker payudara.

Stres dan kegelisahan. Tidak ada bukti jelas bahwa stres dan kegelisahan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, apapun yang bisa kita lakukan untuk mengurangi stres dan untuk meningkatkan kenyamanan, bersenang-senang dan bahagia dapat memiliki efek yang besar pada kualitas hidup. Jadi sebutlah kegiatan seperti: meditasi dan doa/ibadah dapat berharga buat kualitas hidup kita. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa praktek ini dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan:

Gender/Jenis Kelamin. Wanita adalah faktor risiko kanker payudara. Meskipun laki-laki bisa mendapatkan kanker payudara, sel payudara perempuan terus berubah dan berkembang, terutama akibat kegiatan hormon estrogen dan progesterone. Kegiatan ini menempatkan mereka pada risiko lebih besar untuk kanker payudara dibandingkan pria.

Usia. Dari usia 30 sampai 39, risikonya adalah 1 dalam 233, atau 0,43%. Yang menjadi 1 dari 27 atau hampir 4% pada saat seseorang berada di usia 60 tahun.

Riwayat kanker payudara dalam keluarga. Jika seseorang memiliki garis keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan) yang memiliki kanker payudara atau ada beberapa keluarga yang terkena kanker payudara atau ovarium (terutama sebelum mereka berumur 50), berarti seseorang tersebut memiliki resiko lebih tinggi mendapatkan kanker payudara.

Riwayat pribadi kanker payudara. Jika seseorang telah didiagnosa dengan kanker payudara, maka risiko berkembang lagi, baik di payudara yang sama atau payudara lainnya, lebih tinggi daripada jika tidak pernah memiliki penyakit ini sebelumnya.

Ras. Perempuan kulit putih sedikit lebih tinggi untuk mendapat kanker payudara selain perempuan afro amerika. Orang asia, Hispanic dan non amerika memiliki resiko lebih rendah kanker payudara.

Terapi radiasi pada dada. Setelah terapi radiasi pada daerah dada saat masih anak-anak atau dewasa muda untuk pengobatan kanker lain secara signifikan meningkatkan resiko kanker payudara. Peningkatan risiko kelihatannya meningkat jika radiasi diberikan saat payudara masih berkembang (selama masih remaja).

Perubahan seluler payudara. Perubahan sel payudara yang tidak biasanya ditemukan saat biopsi payudara dapat menjadi faktor risiko untuk kanker payudara. Perubahan ini meliputi pertumbuhan yg terlalu cepat dari sel (disebut hyperplasia) atau penampakan yang abnormal (atipikal).

Terpapar estrogen. Karena hormon estrogen perempuan merangsang pertumbuhan sel payudara, terpapar estrogen lebih lama, tanpa jeda, dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Beberapa faktor risiko yang tidak di bawah kontrol, seperti:
* Mulainya haid (menarke) pada usia muda (sebelum usia 12)
* Saat menopause/haid brehenti (akhir siklus bulanan) pada akhir usia (setelah 55)
* Terpapar estrogen lingkungan (seperti hormon dalam daging atau pestisida seperti DDT, yang memproduksi substansi mirip estrogen.

‘Kehamilan’ dan menyusui. Kehamilan dan menyusui mengurangi jumlah keseluruhan siklus haid perempuan dalam hidup dan mengurangi resiko kanker payudara. Perempuan yang tidak pernah hamil atau kehamilan yang pertama setelah usia 30 memiliki peningkatan risiko kanker payudara. Bagi wanita yang memiliki anak, menyusui mungkin sedikit menurunkan risiko kanker payudara, terutama jika mereka terus menyusui selama 1 1 / 2 sampai 2 tahun. Bagi banyak perempuan menyusui sepanjang ini adalah tidak praktis dan merepotkan.

Terpapar DES. Perempuan yang mengonsumsi obat-obatan yang disebut diethylstilbesterol (DES), digunakan untuk mencegah keguguran dari tahun 1940-an sampai tahun 1960-an, memiliki peningkatan sedikit resiko kanker payudara. Perempuan yang ibunya mengonsumsi DES selama kehamilan mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi juga terkena kanker payudara.

Tanda- tanda atau Gejala Kanker Payudara

Pada awalnya, kanker payudara mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Benjolan mungkin terlalu kecil bagi anda untuk sadar atau menyebabkan perubahan apapun yang tidak biasa anda lihat sendiri. Seringkali daerah abnormal tersebut ditemukan pada screening mammogram (x-ray/foto rontgen pada payudara), yang mengarah ke pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam beberapa kasus, tanda pertama ‘kanker payudara’ adalah berupa benjolan atau massa di payudara anda atau yang ditemukan pada pemeriksaan dokter. Benjolan yang terasa sakit, keras, dan tidak rata lebih cenderung menjadi kanker. Tetapi kadang-kadang kanker dapat tidak keras dan bulat. Sehingga penting diperiksa oleh dokter.

Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) harus menjadi bagian dari kesehatan rutin bulanan anda dan anda harus ke dokter jika anda mengalami perubahan pada payudara. Jika anda lebih dari 40 tahun atau memiliki resiko tinggi untuk penyakit ini, anda juga harus melakukan pemeriksaan mammografi tahunan dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Semakin dini kanker payudara ditemukan dan didiagnosis semakin baik kesempatan kita untuk mengobatinya.
Proses diagnosa dapat berminggu-minggu dan melibatkan berbagai jenis tes.

Menurut American Cancer Society, perubahan di luar biasanya pada payudara bisa menjadi gejala dari kanker payudara:

* Bengkak semua atau sebagian dari payudara,
* Iritasi kulit atau dimpling,
* Payudara sakit,
* Puting susu sakit atau masuk kedalam,
* Kemerahan atau penebalan puting susu atau kulit payudara,
* Nipple discharge atau cairan puting selain air susu,
* Benjolan di daerah ketiak.

Perubahan ini dapat juga menjadi tanda untuk kondisi yang tidak bersifat kanker, seperti infeksi (inflamasi/peradangan) atau kista. Penting bahwa perubahan pada payudara segera diperiksakan pada dokter!

Pemeriksaan Kanker Payudara: Skrining, Diagnosis dan Monitoring

Kanker payudara dan pemeriksaan medis saling mendukung baik anda belum pernah sebelumnya menderita kanker payudara dan ingin melakukan pemeriksaan dini, anda baru saja didiagnosa ataupun sementara pengobatan dan tindak lanjut.

Pemeriksaan yang paling sering dilakukan sehubungan dengan kanker payudara adalah:

* Skrining tes: Skrining tes seperti mammografi tahunan-hasilnya disebut mammogram- diberikan secara rutin untuk orang-orang yang sehat dan tidak diduga mengalami kanker payudara. Tujuannya adalah untuk menemukan kanker payudara sedini mungkin sebelum gejala kanker berkembang dan biasanya lebih mudah untuk ditangani.
* Tes Diagnostik: tes Diagnostik seperti biopsi diberikan kepada orang-orang yang diduga memiliki kanker payudara, baik karena gejala yang ditemukan atau dari hasil pemeriksaan. Tes ini digunakan untuk menentukan apakah kanker payudara atau bukan, dan jika demikian, ditentukan juga apakah kankernya sudah menyebar di luar payudara. Tes diagnostik juga digunakan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang kanker untuk menentukan pengobatan apa yang sesuai dengan kanker payudaranya.
* Pemantauan/monitoring: Setelah diagnosis kanker payudara, banyak tes dilakukan selama dan setelah perawatan untuk memantau seberapa baik terapi yang diberikan.
Pemantauan tes juga dapat digunakan untuk memeriksa tanda-tanda kekambuhan (rekurensi).

Secara lengkap pemeriksaan yang dilakukan adalah:
- Biopsi
- Hitung sel darah
- Kimia darah
- Scan tulang
- MRI payudara
- Pemeriksaan fisis payudara
- Pemeriksaan payudara sendiri (Breast self exam)
- CT scan
- Foto rontgen dada
- Tomosintesis digital
- Ductal lavage
- FISH (Fluorescence in situ Hybridization)
- Immunohistokimia (IHC)
-
Mammogram
- Molecular Breast Imaging
- Oncotype DX
- PET scan
- SPoT-Light HER2 CISH
- Termografi
- Ultrasound (USG)

Stage atau Stadium/Tahap Kanker Payudara

gambar-payudara- Stage 0: tahap sel Kanker payudara tetap di dalam kelenjar payudara, tanpa invasi ke dalam jaringan payudara normal yang berdekatan.
- Stage I: adalah 2 cm atau kurang dan batas yang jelas (Kelenjar getah bening normal).
- Stage IIA: tumor tidak ditemukan pada payudara tapi sel-sel kanker ditemukan di Kelenjar getah bening ketiak, ATAU tumor dengan ukuran 2 cm atau kurang dan telah menyebar ke Kelenjar getah bening ketiak/aksiller, ATAU tumor yang lebih besar dari 2 tapi tidak lebih besar dari 5 cm dan belum menyebar ke Kelenjar getah bening ketiak.
- Stage IIB: tumor yang lebih besar dari 2 cm, namun tidak ada yang lebih besar dari 5 cm dan telah menyebar ke Kelenjar getah bening yg berhubungan dgn ketiak, ATAU tumor yang lebih besar dari 5 cm tapi belum menyebar ke Kelenjar getah bening ketiak.
- Stage IIIA: tidak ditemukan tumor di payudara. Kanker ditemukan di Kelenjar getah bening ketiak yang melekat bersama atau dengan struktur lainnya, atau kanker ditemukan di Kelenjar getah bening di dekat tulang dada, ATAU tumor dengan ukuran berapapun dimana kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak, terjadi pelekatan dengan struktur lainnya, atau kanker ditemukan di Kelenjar getah bening di dekat tulang dada.
- Stage IIIB: tumor dengan ukuran tertentu dan telah menyebar ke dinding dada dan/atau kulit payudara dan mngkin telah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak yang berlengketan dengan struktur lainnya, atau kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekat tulang dada.


Kanker payudara inflamatori (berinflamasi) dipertimbangkan paling tidak pada tahap IIIB.
- Stage IIIC: ada atau tidak tanda kanker di payudara atau mugkin telah menyebar ke dinding dada dan/atau kulit payudara dan kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening baik di atas atau di bawah tulang belakang dan kanker mungkin telah menyebar ke Kelenjar getah bening ketiak atau ke Kelenjar getah bening di dekat tulang dada.
- Stage IV: kanker telah menyebar atau metastase ke bagian lain dari tubuh.

Tipe atau Jenis-jenis Kanker payudara

Kanker payudara dapat mulai di berbagai daerah pada payudara - duktus, lobulus, atau dalam beberapa kasus, di antara jaringan payudara. Namun secara garis besar kanker payudara dapat dibagi atas:

• Karsinoma in situ Duktal (DCIS),
• Karsinoma in situ Lobular (LCIS),
• Karsinoma Duktal Invasif (IDC),
• Karsinoma Duktal Invasif Subtipe Jarang,
• Karsinoma Lobular Invasif (ILC),
• Kanker Payudara Inflamatori,
• Kanker Payudara Pria dan
• Kanker Payudara Rekuren dan Metastatik.

Terapi atau Pengobatan kanker payudara dan Efek Samping-nya
Dalam beberapa tahun terakhir, terlihat kemajuan terhadap perawatan kanker payudara, ini membawa harapan dan kebahagiaan. Bukan hanya satu atau dua pilihan, saat ini terdapat banyak pilihan terapi melawan kanker payudara. Keputusan untuk melakukan operasi lalu mungkin radiasi, terapi hormonal (anti-estrogen), dan/atau kemoterapi bisa sangat membantu.

Tindakan tersebut akan bergantung dari stadium kanker-nya. Untuk itu dilakukan perencanaan jenis pengobatan atau terapi yang tersedia dan yang mungkin cocok bagi penderita.

Tindakan yang mungkin akan dilakukan adalah:
- Bedah
Lumpectomy atau Breast conserving surgery (Bedah dengan seminimal mungkin menjaga payudara tetap utuh), mastektomi (pengangkatan payudara, bisa sebagian atau seluruhnya) dan/atau diseksi kelenjar getah bening.
- Kemoterapi
- Terapi radiasi
- Therapi hormonal
- Kedokteran Holistik dan Komplementer, seperti akupunktur, meditasi, dan yoga yang dapat membantu anda selain perawatan medis.

Efek samping yang bisa dialami penderita kanker payudara setelah menjalani terapi bisa mermacam-macam tergantung jenis terapi yang didapatkannya antara lain: nyeri perut, adiksi, reaksi alergi, anemia, ansietas (cemas), perubahan selera, rasa tidak enak pada ketiak, nyeri punggung, masalah perdarahan pembekuan darah dan flebitis (phlebitis), nyeri tulang dan sendi, nyeri dada, gejala flu, konstipasi, batuk, dehidrasi, penyembuhan luka yang lambat, depresi, diare, mulut kering, pusing, kulit kering, ketidakseimbangan elektrolit, endometriosis, lemah, pingsan, masalah fertilitas, demam, kentut, (flatus), perubahan rambut, hand-foot syndrome (HFS) atau palmar-plantar erythrodysesthesi (PPE), sakit kepala, masalah pendengaran, masalah jantung, refluks gastro-esofagal (GERD), hematoma, hipertensi, kolesterol tinggi, hot flashes (serangan panas), infeksi, reaksi pada tempat suntikan, insomnia (susah tidur), gatal, masalah ginjal, kram kaki, hepatotoksisitas (masalah hati), hilangnya libido, hipotensi, penurunan jumlah sel darah putih, masalah paru-paru, limfedema, hilang ingatan, gejala menopause, mual, neuropati, perdarahan dari hidung, hilang rasa, osteoporosis, gangguan stres pasca trauma, infeksi saluran kemih, perubahan kulit, perubahan berat badan, muntah, masalah penglihatan dan mata, perubahan pada kuku dan lain-lain.

Kanker Payudara Bisa Dicegah!

Lihat Gambar KapanLagi.com - Bulan Oktober yang ditetapkan sebagai 'Bulan Kanker Payudara' kiranya merupakan saat yang tepat untuk merenungkan dampak dan usaha pencegahan dari penyakit yang banyak ditakuti kaum perempuan itu.

Beberapa tahun yang lalu, para ahli menganggap bahwa kanker payudara adalah penyakit yang sebenarnya tidak dapat dicegah. Namun kini para peneliti sudah banyak mengetahui cara untuk mencegahnya, atau paling tidak mengurangi resiko terkena kanker payudara. Beberapa usaha untuk meminimalisir resiko terkena kanker payudara bisa dilakukan secara medis maupun alami (terapi alternatif).

Pendekatan dari segi medis adalah :

1. Obat Pencegah Kanker Payudara.

Perempuan dengan resiko tinggi, yaitu yang survive/selamat dari kanker payudara atau yang setidaknya memiliki hubungan darah dengan penderita kanker (ibu atau saudara perempuannya), bisa mendapatkan terapi 'Tamoksifen', yang bekerja dengan cara memblokade efek pemicu tumor dari estrogen.

2. Mastektomi Sebelum Serangan Kanker.

Untuk perempuan dari keluarga dengan resiko genetik yang sangat tinggi, ada suatu mastektomi untuk pencegahan kanker payudara. Memang merupakan suatu pendekatan yang radikal, tetapi kebanyakan berhasil. Mastektomi ini mengangkat jaringan payudara, tapi tidak seluruhnya, sehingga kemungkinan terjadinya kanker masih ada.

Pencegahan secara alami meliputi :

1. Berolah Raga Secara Teratur.

Penelitian menunjukkan bahwa sejalan dengan meningkatnya aktivitas, maka resiko kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurunkan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara.

2. Kurangi Lemak.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Namun penelitian terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting adalah jenis lemaknya dan bukan jumlah lemak yang dikonsumsi.sss

Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan asam lemak dalam margarin, yang bisa meningkatkan kadar estrogen dalam darah.

Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak Omega-3 dalam ikan Salmon dan ikan air dingin lainnya.

3. Jangan Memasak Daging Terlalu Matang.

Cara Anda memasak daging akan mempengaruhi resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak terdapat dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam.

4. Konsumsi Buah dan Sayuran.

Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk semua kanker, termasuk kanker payudara. Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung anti-oksidan yang tinggi, di antaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker.

National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran paling tidak 5 (lima) kali dalam sehari. Tapi harus dihindari buah dan sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim pisang.

5. Konsumsi Suplemen Anti-Oksidan.

Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat mencegah kanker payudara.

6. Konsumsi Makanan Berserat.

Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang.

7. Konsumsi Makanan Yang Mengandung Kedelai / Protein.

Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan (fito-estrogen). Seperti halnya 'Tamoksifen', senyawa ini mirip dengan estrogen tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi efek pemicu kanker payudara.

Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh.

8. Konsumsi Kacang-Kacangan.

Selain dalam kedelai, fito-estrogen juga terdapat dalam jenis kacang-kacangan lainnya.

9. Hindari Alkohol.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi alkohol, maka resiko kanker payudara semakin bertambah karena alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam darah.

10. Kontrol Berat Badan Anda.

Kenaikan berat badan setiap pon setelah usia 18 tahun akan menambah resiko kanker payudara. Ini disebabkan karena sejalan dengan bertambahnya lemak tubuh, maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan meningkat.

11. Hindari Xeno-Estrogens.

Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh. Perempuan mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga xeno-estrogen bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko kanker payudara.

Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product).

Tetapi Anda tidak perlu kuatir dengan banyak makan buah dan sayuran, karena efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada efek residu pestisidanya.

12. Berjemur di Bawah Sinar Matahari.

Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita takut akan sinar matahari. Tetapi sedikit sinar matahari dapat membantu mencegah kanker payudara, karena pada saat matahari mengenai kulit, tubuh membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium sehingga mengurangi resiko kanker payudara.

Agar bisa memperoleh sinar matahari selama 20 menit/hari, dianjurkan untuk berjalan di bawah sinar matahari pada siang hari atau sore hari. Tetapi bila Anda ingin mendapatkan kalsium atau vitamin D tidak dari sinar matahari, Anda dapat mencoba mengkonsumsi makanan suplemen.

13. Jangan Merokok.

14. Berikan ASI Rutin Kepada Anak Anda.

Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara sebelum masa menopause.

15. Pertimbangkan Sebelum Melakukan HRT.

Ada beberapa alasan bagus untuk melakukan HRT (Hormone Replacement Therapy / terapi pengganti hormon) sesudah masa menopause, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan penyakit Alzheimer's. Tetapi HRT akan menambah resiko kanker payudara.

Bicarakan dengan dokter Anda dan pertimbangkan resiko-resiko yang mungkin timbul, karena kebanyakan perempuan lebih tinggi resikonya untuk menderita penyakit jantung, daripada kanker payudara. Terakhir, satu lagi hal yang dapat mempengaruhi resiko terkena kanker payudara adalah stress.

Literatur medis menyebutkan bahwa stress dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Tetapi penelitian tentang hal ini masih bersifat kontroversial. Namun tidak ada salahnya untuk memulai cara mengatasi stress dalam hidup Anda melalui meditasi, yoga, tai chi, berkebun atau kegiatan santai lainnya.

www.kesehatan.com