Wanita itu indah. Setiap lekuk tubuhnya adalah aurat yang wajib dijaga. Tak sorang wanitapun yang menginginkan kekurangan di dalam tubuhnya, mereka semua ingin tampak sempurna dihadapan pasangannya, setidaknya memiliki daya tarik tersendiri. Banyak perempuan yang tergoda untuk mempercantik dirinya atau mengubah apa yang sudah dia terima, sepertinya dia tidak terima dengan apa yang sudah diberikan oleh yang maha kuasa. Terutama dalam hal bentuk tubuh. Tak jarang bagi mereka yang memiliki uang lebih, yang melakukan suntik silikon payudara yang katanya untuk menambah volume agar nampak lebih menarik. Padahal mereka sadar akan bahaya dan resiko terburuk dari proses itu. Bila tidak ditangani oleh dokter yang berpengalaman, salah-salah bisa menyebabkan radang payudara bahkan kanker payudara.
Padahal banyak dari wanita-wanita di dunia ini yang berjuang keras melawan penyakit itu. Penyakit yang sangat ditakutkan oleh semua perempuan. Penyakit pembunuh perempuan.
Secangkir semangat aku tuangkan untuk mengisi hari-hari ini, andai aku harus menghembuskan nafas terkhirku dikarenakan penyakit itu, aku ingin pergi dalam keadaan balutan islam, dengan 2 kalimat syahadat. Aku berharap perjuanganku selama ini tidak sia-sia. Setidaknya di detik-detik terakhir ini aku berguna untuk orang disekitarku, orang-orang yang menyayangiku, juga meraka yang kusayang. Maafkan aku bila aku belum bisa menjadi yang kau mau, menjadi seseorang yang bisa membuatmu bangga. Namun sesungguhnya aku telah berusaha keras untuk menjadi semua itu. Batas kemampuan ini yang belum memungkinkan aku untuk menjadi lebih dari sekedar aku. Secangkir semangat ini yang selalu membuatku tegar menghadapi apapun. Aku tak ingin kau tau beban yang kupikul, tak ingin kau tau setiap tetes airmata yang berurai dipipi saat mengingat hari-hari terakhir, apalagi menjadi derita yang membebanimu. Aku ingin menjadi orang yang bahagia, selalu terlihat ceria, biarkan kulukis indahnya duniaku sendiri.
Engkau lah secangkir semangatku. Setiap kata yang kau ucap adalah doa' setiap helai nafasmu adalah nafasku, lelahmu adalah lelahku, bahagiamu adalah bahagiaku. Terima kasih atas semuanya.
Padahal banyak dari wanita-wanita di dunia ini yang berjuang keras melawan penyakit itu. Penyakit yang sangat ditakutkan oleh semua perempuan. Penyakit pembunuh perempuan.
Secangkir semangat aku tuangkan untuk mengisi hari-hari ini, andai aku harus menghembuskan nafas terkhirku dikarenakan penyakit itu, aku ingin pergi dalam keadaan balutan islam, dengan 2 kalimat syahadat. Aku berharap perjuanganku selama ini tidak sia-sia. Setidaknya di detik-detik terakhir ini aku berguna untuk orang disekitarku, orang-orang yang menyayangiku, juga meraka yang kusayang. Maafkan aku bila aku belum bisa menjadi yang kau mau, menjadi seseorang yang bisa membuatmu bangga. Namun sesungguhnya aku telah berusaha keras untuk menjadi semua itu. Batas kemampuan ini yang belum memungkinkan aku untuk menjadi lebih dari sekedar aku. Secangkir semangat ini yang selalu membuatku tegar menghadapi apapun. Aku tak ingin kau tau beban yang kupikul, tak ingin kau tau setiap tetes airmata yang berurai dipipi saat mengingat hari-hari terakhir, apalagi menjadi derita yang membebanimu. Aku ingin menjadi orang yang bahagia, selalu terlihat ceria, biarkan kulukis indahnya duniaku sendiri.
Engkau lah secangkir semangatku. Setiap kata yang kau ucap adalah doa' setiap helai nafasmu adalah nafasku, lelahmu adalah lelahku, bahagiamu adalah bahagiaku. Terima kasih atas semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar