Seputih putaw sebening vodka seharum ganja
mohon dimaafkan
walau sekecil ectasy salah khilafku semata
hanyalah kebodohanku
saat aku putuskan melupakan semua
tentangmu
menghapus segala kenangan
menghilangkan memori
saat paling sulit yang harus kujalani
Tiba - tiba tanpa rasa dosa
kau datang
meski hanya sapaan hiiiiii
cukup menimbulkan goresan luka
perih.....
sementara ak berusaha keras
memulihkan sayatan luka lama
menyesakan
kau datang lagi
mengembalikan memori yang sudah kubuang
terkubur......
Luka itu memang bukan salahmu
karena aku yang menorehnya sendiri
mengukir kenangan dalam hati
dalam bayang-bayangku
Namun adakah kau tau
ukiran itu adalah namamu
gambarmu, rupa dan bentukmu
sekian lama sehingga akhirnya
aku harus menyadari
ukiran itu hanyalah sebentuk hayalan
angan semata
Ketika kusadari
dirimu bukan untuk kumiliki
aku telah salah menempatkan rasa
Ternyata kau adalah kebebasan
terbanglah.......
menguaplah....
sampai satu saat nanti
aku bisa menggapaimu kembali
untuk kumiliki selamanya
Malam aku tak bisa berkata
hanya tatap mataku yang bicara
dadaku sesak penuh gejolak
yang tak kuasa aku membendungnya
hingga akhirnya mengalir ke urat nadi
aku semakin terpana
oleh biusan nafas cinta
cinta yang tak ku tau maknanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar